Menyongsong Era Televisi Digital

Banyak orang bergerombol memenuhi ruang tamu salah seorang warga, hanya ingin melihat tayangan program dunia dalam berita di sebuah stasiun televisi pertama kali di negeri ini. Tua muda semua berebut untuk bisa duduk di depan layar kaca berukuran empat belas inch itu. Warnanya pun masih hitam putih, dan sedikit ada gambar semutnya, kadang juga gambarnya naik turun. Tiga puluh menit sebelum acara, si empunya televisi mempersiapkan Aki sebagai pasokan energy untuk menghidupkan televisi tersebut, dan penutup televisi itu pun digeser ke kanan dan ke kiri, pertanda bioskop sederhana itu pun akan dimulai. Arah antena pun dibenarkan, agar bisa menangkap sinyal analog yang dipancarkan dari stasiun pusat.
Televisi Hitam Putih
Kondisi seperti itu terjadi sekitar 20 tahun lalu di era tahun 90-an. Ketika sebuah televisi manjadi hal yang mewah bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di desa-desa.Distribusi listrik yang belum merata, dan daya beli masyarakat yang masih rendah menyebabkan mahalnya menikmati hiburan dari balik layar kaca.

Seiring berkembangnya zaman, teknologi pun semakin maju.Televisi hitam putih pun kini bergeser menjadi televisi berwarna.Baik berbentuk CRT atau yang lebih dikenal dengan televisi tabung dan berbentuk LCD atau plasma terus mengeluarkan produk yang lebih sempurna dari sebelumnya.Televisi sekarang bukan lagi hal yang dianggap “mewah”.Tinggal merogoh kocek beberapa ratus ribu, televisi pun sudah bisa dibawa pulang.Hampir disetiap rumah dapat kita jumpai pesawat televisi.Hiburan murah meriah pun dapat kita peroleh kapan pun kita mau, dengan hanya menekan tombol power yang berada di televisi tersebut kita sudah bisa menikmati hiburan yang disuguhkan oleh stasiun-stasiun televisi yang ada di negeri ini. Acaranya pun beranekaragam, mulai dari berita, sinetron, reality show, kartun, dan film. Namun kita harus pandai-pandai memilih acara sesuai dengan umur.Senantiasa mendampingi anak-anak kita dalam menonton televisi.Saat sedang asyiknya menikmati acara televisi, tiba-tiba cuaca menjadi buruk.Kualitas gambar dan suara dari siaran televisi menjadi terganggu karena adanya noise.

Untuk mereka yang memiliki uang lebih, dapat berlangganan TV kabel atau TV Satelit.Dengan mengeluarkan uang beberapa puluh sampai ratus ribu perbulan, sudah bisa menikmati acara-acara berkelas dari stasiun televisi diseluruh dunia dengan kualitas dan gambar yang jernih.

Perbandingan televisi digital dengan televisi analog
Teknologi terus diperbaiki, sarana dan prasarana terus ditingkatkan. Pemerintah, melalui kementrian komunikasi dan informatika, akan mencanangkan program migrasi televisi analog ke televisi digital (DTV).Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti computer (Wikipedia/Televisi_digital).Migrasi dilakukan, karena melihat perubahan lingkungan dan perkembangan teknologi dalam pertelevisian begitu pesat.Banyak perusahaan yang menawarkan jasa televisi satelit yang memiliki kualitas gambar dan suara lebih bagus dari pada televisi analog.Hadirnya peralatan beresolusi tinggi, yang mewajibkan para penikmat acara televisi untuk memiliki sarana dan prasarana yang dapat menangkap siaran dari peralatan yang beresolusi tinggi pula.

Migrasi dari televisi analog ke televisi digital telah dilakukan oleh negara-negara maju beberapa tahun silam. Di Perancis dan Inggris telah menghentikan secara total siaran televisi analog mereka. Di Amerika Serikat sejak awal 2009, siaran analog dihentikan secara total diganti dengan siaran digital. Di Jepang siaran televisi digital, akan dimulai secara massal pada tahun 2011. Sedangkan di Indonesia sendiri diperkirakan tahun 2014, akan terjadi migrasi dari televisi analog ke televisi digital secara massal.

Pemerintah mulai melakukan pengujian siaran televisi digital yang melibatkan stasiun TV swasta padaMaret 2009 lalu.Wilayah cakupan siaran seputar Jabodetabek.Uji coba ini direncanakan akan berdurasi sekitar 12 jam sehari dan akan berlangsung selama 9 bulan. Hal-hal yang akan dievaluasi dari uji coba ini antara lain adalah korelasi antara daya pancar dengan jangkauan siaran, karakteristik propagasi, kualitas audio video, kehandalan sinyal saat diterima di perangkat tetap dan bergerak serta kemudahan pemakaian perangkat Set-Top-Box (STB) di masyarakat. STB merupakan alat tambahan khusus untuk menerima siaran televisi digital pada televisi analog.Evaluasi itu sendiri nantinya selain dilakukan oleh para penyelenggara siaran, juga dilakukan oleh pihak pemerintah seperti Depkominfo, Deperindag, KPI dan BPPT.

Jadi dibutuhkan peralatan tambahan unttuk menikmati siaran televisi digital, anda harus merogoh kocek beberapa rupiah untuk membeli alat tambahan tersebut. Bagi yang belum membeli televisi analog yang biasanya berbentuk tabung, sangat disarankan untuk membeli televisi LCD atau plasma, karena disana sudah tertanam Set-Top-Box (STB) untuk mendecodekan bilangan bit dari siaran digital. Bersiaplah menyongsong era televisi digital, dan rasakan sensasi kejernihan gambar dan kejernihan suaranya tanpa ada lagi gangguan segerombolan semut yang menghiasi setiap centi dari layar kaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s