M@u TAHU TREND SYSTEM INFORMASI SAAT INI (^_^)???

1.=> Enterprise Information System (EIS)

Sering kita melihat bahwa aplikasi/software yang dipakai sehari-hari di atas PC adalah aplikasi yang sifatnya individual. Artinya aplikasi tsb hanya digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai tersebut, misal MS Office/OpenOffice, Photoshop, Acrobat Reader dan lain-lain. Tentunya hal ini sudah sangat mencukupi jika memang informasi yang diolah hanya diperlukan oleh pemakai tsb saja. Dengan skala yang sedikit lebih luas, ada juga aplikasi yang melayani kebutuhan suatu bagian/divisi saja. Misal aplikasi kepegawaian, aplikasi keuangan, aplikasi penjualan dan sebagainya. Di dalam aplikasi seperti ini, antar pemakai di divisi yang sama bisa saling berbagi informasi dengan mudah.

Sekarang bagaimana dengan informasi yang harus digunakan oleh divisi/bagian lain? Semua informasi ttg berapa banyak barang yg terjual di divisi Sales apakah dengan mudah bisa langsung diketahui oleh bagian Keuangan juga bagian Logistik? Saat-saat inilah kita akan membutuhkan suatu sistem informasi yang bisa menyatukan semua informasi yang ada di masing-masing bagian/divisi tadi. Oleh beberapa textbook, sistem informasi ini sering disebut Enterprise Information System (EIS).

Hal mendasar dari EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara lojikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing2 divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara lojikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.

Contoh EIS yang sering kita dengar adalah Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM) dan masih banyak yang lainnya. Tantangan terbesar dalam implementasi EIS adalah tingkat kesulitannya karena sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, biaya mahal dan belum tentu berhasil. Walaupun begitu, sekarang makin banyak pilihan untuk solusi EIS ini. Sehingga perusahaan bisa menentukan solusi mana yang paling cocok. Beberapa contoh vendor EIS misal SAP (www.sap.com), Oracle (www.oracle.com) maupun yang lain. Tidak menutup kemungkinan, EIS juga bisa dibangun sendiri oleh staf IT internal suatu perusahaan, selama memenuhi syarat2 di atas.

2.=> Customer Relationship Management (CRM)

Mungkin sudah sering dengar CRM (Customer Relationship Management) atau Pengelolaan Hubungan dengan Pelanggan. Sebenarnya apa sih konsep ini? Merujuk kepada beberapa text book, kegiatan CRM meliputi Acquire (mendapatkan), Enhance (Tingkatkan) dan Retain (Pertahankan) pelanggan. Artinya bagaimana kita bisa selalu mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan hubungannya sehingga mereka puas dengan layanan kita, yang ujung-ujungnya mereka bisa menjadi pelanggan yang loyal yang selalu bisa kita pertahankan.

CRM secara umum digunakan untuk membantu kegiatan di Sales, Marketing dan Customer Service. Lebih tepatnya, CRM dipakai sebagai sarana penghubung dari suatu perusahaan ke pelanggannya. Dengan melalui channel (kanal) yang dikelola dengan baik, kita bisa mendengarkan apa yang diinginkan pelanggan, apa yang mereka keluhkan, bagaimana competitor bertindak terhadap produk/jasa kita, dan berbagai kegiatan sejenis.

Bagaimana pengembangan dan implementasi CRM dengan menggunakan Sistem/Teknologi Informasi? Sebenarnya, dengan menggunakan aplikasi spreadsheet seperti MS Excell, OpenOffice Calc dll pun bisa dibuat CRM sederhana. Data pelanggan secara rajin dan teliti dicatat, sehingga setiap mereka menggunakan jasa/produk kita, kita bisa melayani sesuai riwayat data transaksi. Tidak perlu mereka ditanyai satu persatu secara detail, bahkan cukup dengan mneyebutkan Customer ID kita bisa tahu semua informasi detail mereka. Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), misal bengkel mobil, akan sangat nyaman begitu ada mobil masuk ke bengkel, bagian Sales/Customer Service langsung memasukkan nomer mobil sehingga bisa diketahui siapa pemiliknya, kapan terakhir servis, jenis oli yang dipakai, montir langganan dll. Sehingga begitu pelanggan duduk, CS sudah siap dengan menjawab segala pertanyaan.

Untuk perusahaan besar, pasti dibutuhkan aplikasi pengelolaan database (DBMS = DataBase Management System), bisa dengan MS SQL, Oracle, MySQL, IBM DB2 dll. Semua kegiatan yang dilakukan dengan customer akan disimpan secara lengkap, sehingga kalau dibutuhkan akan mudah diakses. Diatas itu akan bisa dibangun aplikasi yang sesuai business logic dari CRM tiap perusahaan. Kebutuhan di perbankan akan berbeda di industri telekomunikasi, begitu juga di retail, hospitality dll. Beberapa vendor besar sudah menyediakan solusi CRM, seperti PeopleSoft, Siebel dll, walaupun akhir2 ini ada trend dimana perusahaan tidak harus implementasi CRM tapi bisa menyewanya. Sering disebut CRM On-Demand,misal solusi yg ditawarkan Salesforce.com (http://salesforce.com). Sehingga perusahaan bisa lebih fokus ke bagaimana cara pemanfaatannya bukan ke pengembangan dan implementasinya.

3.=>V-net Trend Baru Isi Pulsa

Ada satu hal yang menarik untuk dicermati dari pola belanja pulsa
pengguna ponsel di Indonesia. Bahwa saat ini trend isi pulsa mulai
bergeser secara perlahan-lahan namun pasti, dari cara lama yaitu
beli pulsa di penjual voucher eceran menjadi trend cara isi pulsa
dengan HP sendiri. Pengguna ponsel yang telah menggunakan cara isi
pulsa dengan HP sendiri ini mendapatkan banyak keuntungan lebih
dibandingkan dengan cara belanja pulsa dengan pola lama. Pengguna
ponsel yang sudah beralih ke cara baru isi pulsa dengan ponsel
sendiri ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bensin,
parkir, atau meluangkan waktu disela-sela waktu kerja yang padat
untuk menuju konter pembelian pulsa atau mesin ATM.
Ketidakfleksibelan waktu juga menjadi pertimbangan orang-orang
beralih ke cara isi pulsa melalui HP sendiri ini, terutama pada saat
terjadi bencana dimana konter dan mesin ATM juga `lumpuh’ sehingga
tidak bisa melayani kebutuhan pulsa kita yang mendesak, maka
komunikasi kita dengan sanak keluarga akan terputus. Hal ini terjadi
pada saat bencana gempa di Yogyakarta di tahun 2006 dan bencana
banjir di Jakarta awal Februari lalu, teknologi cara isi pulsa
dengan HP sendiri ini terbukti sangat membantu penggunanya dalam
menjaga keberlangsungan komunikasi dengan keluarga. Karena pengguna
cara baru isi pulsa ini dapat mengisi pulsa dimanapun dan kapanpun
online selama 24 jam ke semua operator hanya dengan sms dari HPnya
sendiri. Kemudahan inilah yang membuat orang-orang memburu teknologi
V-net club.

Disamping kelebihan itu, Orang-orang yang bergabung bersama V-net
club akan mendapatkan teknologi SMS gratis/murah ke sesama member V-
net via GPRS. Dengan fasilitas ini memungkinkan member dalam sekali
mengirim pesan mampu memuat hingga 1000 karakter. Fasilitas ini akan
sangat berguna dan membantu bagi anda mempunyai komunitas.

4=> Apotik Dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM)SIM Apotek (Drugstore Software / Software Apotek / Perangkat Lunak Untuk Apotek) dibuat untuk menangani bagian point of sales kasir dan inventori dari suatu apotek, yaitu dengan cara menyediakan kemampuan untuk menangani transaksi beli dan jual secara resep dan non resep (untuk apotek yang merangkap sebagai swalayan) yang dibayar tunai ataupun kredit. Juga untuk menyajikan laporan laporan sehingga keputusan yang diambil manajer lebih tepat sasaran.

Sistem applikasi ini dirancang untuk digunakan secara mudah baik dengan keyboard dan mouse atau dengan barcode scanner sebagai alat memasukkan data. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat. Laporan yang disediakan ada dua macam yaitu laporan standar yang terdiri dari 17 macam dan laporan statistik / analisa trend yang terdiri dari 4 macam. Dengan banyaknya laporan yang disediakan, maka akan cukup untuk memenuhi lingkup proses di apotek. Masing masing tipe laporan tersebut bisa dihasilkan dengan rentang waktu yang flexible yang bisa ditentukan sendiri, sehingga memudahkan untuk pengamatan hasil kerja atau berjalannya manajemen dari apotek.

Kelebihan – kelebihan (lebih detail ada dibagian bawah) yang diperoleh apotek dengan menggunakan SIM ini adalah :

  • membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam melayani transaksi pembayaran, karena SIM atau mesin kasir dapat menghitung secara automatis
  • Pemantauan inventori / stok obat yang ada dapat dilakukan secara cepat
  • Pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, misalnya pemilihan produk / obat obat mana saja yang lebih diperbanyak karena dengan menggunakan laporan statistik, bisa diketahui produk / obat obat mana saja yang paling diminati masyarakat (paling laris).

Informasi Detail Mengenai :
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
APOTEK

Penggunaan Applikasi :
Aliran proses dari penggunaan SIM Apotik ini adalah, pengisian data, melakukan transaksi kemudian pembuatan laporan dan analisa statistik produk.
Hak Akses untuk applikasi bisa dibatasi dari menu sekuriti, sehingga sebagai misal tidak sembarang orang bisa melakukan transaksi penjualan, pembuatan laporan dan lain lain. Semua aktivitas dari setiap pengguna dalam pemakaian applikasi ini tercatat secara rinci mendetail, dan hanya bisa dilihat oleh pengguna dengan hak administrator sehingga penyalahgunaan applikasi bisa di minimalisir.

Manajemen Data :
Data data yang bisa di dimasukkan ke dalam sistem dan kemudian di pergunakan untuk mendukung kerja applikasi adalah data Kategori Produk, data Supplier, data Produk, data Racikan, data Obat Sejenis (Alternatif), data Pelanggan, data Dokter dan data Instansi/Penjamin Pelanggan. Data data diatas harus diisi terlebih dahulu supaya transaksi bisa dilakukan dengan benar dan laporan bisa dibuat dengan baik.

Manajemen Transaksi :

Transaksi ada 2 macam yaitu Penjualan dan Pembelian. Tipe transaksi Penjualan terdiri dari 3 macam yaitu :
1. Penjualan Tanpa Resep, untuk apotek yang juga menjual selain obat dengan resep dokter
2. Penjualan Resep Tunai , untuk pelayanan resep dokter dengan pembayaran secara cash.
3. Penjualan Resep Kredit, untuk pelayanan resep dokter kepada pelanggan yang pembayarannya bisa dikredit atau pelanggan tersebut tagihannya ditanggung oleh perusahaan tempat dia bekerja.

Seluruh transaksi penjualan bisa digunakan secara multi entri, artinya bila sedang melayani seorang pelanggan, kemudian ada gangguan (misal dia hendak mengambil obat lain) sehingga belum bisa diselesaikan, kasir bisa membuka transaksi penjualan baru untuk pelanggan berikutnya. Saat pelanggan tadi kembali, transaksi untuk dia bisa dilanjutkan kembali atau bisa juga satu pelanggan hendak bertransaksi non resep dan resep secara sekaligus, maka kasir bisa membuka dua layar transaksi yaitu transaksi non resep dan transaksi resep tunai/kredit.

Tipe transaksi Pembelian juga terdiri dari 2 macam yaitu Pembelian Tunai dan Pembelian Kredit. Dari transaksi pembelian ini bisa diisikan nomer Batch dan expired date dari tiap produk yang dibeli.

Dari Penjualan dan Pembelian Secara kredit maka tentunya akan ada piutang maupun hutang, penanganan masalah piutang dan hutang yang sudah terlunasi juga bisa diakses dari manajemen transaksi ini.

(klik gambar disamping untuk melihat gambar yang lebih besar)

Entri saat transaksi Penjualan maupun Pembelian, saat harus mengisikan kode produk bisa dilakukan dengan barcode scanner untuk memudahkannya, bisa juga dengan keyboard memilih daftar produk yang tersedia. Saat Transaksi jual akan ada option untuk memilih apakah akan mencetak bon atau tidak, seandainya tidak tercetak tapi ternyata dibutuhkan oleh client, maka bon bisa dicetak dengan utility re-print, sehingga bon bisa dicetak kapan saja.

Selain transaksi normal diatas, disediakan juga menu transaksi retur, baik untuk penjualan maupun pembelian, serta modul pemesanan yang akan membuat surat pesanan, dari pesanan ini bisa dirubah menjadi pembelian, saat pesanan tersebut tiba.

Laporan :
Laporan ada 3 macam yaitu Laporan Standar, Statistik / Analisa Trend dan Laporan Dengan Data Detail, Laporan Standar terdiri dari 25 macam laporan yaitu :

  1. Penjualan (informasi produk produk yang dijual di group per hari),
  2. Penjualan / Kategori
  3. Pembelian,
  4. Kredit Jatuh Tempo (untuk pembelian produk secara kredit),
  5. Keuntungan,
  6. Hutang,
  7. Piutang,
  8. Stok Reorder (untuk informasi produk produk yang harus di order ulang),
  9. Stok Opname (informasi produk produk yang dikurangi atau ditambahi secara manual saat stok opname),
  10. Produk Expired,
  11. Data Instansi,
  12. Data Dokter,
  13. Komisi Per Dokter,
  14. Komisi Per Obat (untuk komisi akan ada data bila di data produk diisikan persentase komisi yang harus diberikan kepada dokter yang memberikan resep produk tersebut),
  15. Pasien Per Dokter,
  16. Data Pelanggan,
  17. Data Supplier
  18. Data Produk
  19. Data Racikan
  20. Data Obat Sejenis
  21. Retur Penjualan
  22. Retur Pembelian
  23. Data Nilai Produk
  24. Penjualan Resep Tunai Dengan Data Nomor Resep
  25. Penjualan Resep Kredit Dengan Data Nomor Resep

Laporan laporan diatas bisa dibuat berdasar rentang waktu yang flexible yaitu hari ini, antara 2 tanggal atau keseluruhan data yang ada di buat laporannya.

Laporan Statistik digunakan untuk mengamati pada periode periode yang dipilih, produk produk mana saja yang jumlah jual atau nilai jualnya yang paling baik, sehingga keputusan yang tidak merugikan untuk pengadaan suatu produk bisa dilakukan dengan mempertimbangkan minat masyarakat terhadap produk berdasarkan statistik yang dihasilkan tersebut, Sedangkan Analisa Trend digunakan untuk mengamati naik turunnya jumlah atau nilai jual dari setiap produk berdasar rentang waktu yang dipilih, baik secara per minggu (pengamatan per hari), per bulan (pengamatan tiap 10 hari ) dan per tahun (pengamatan per kuartal atau per bulan)

Laporan Dengan Data Detail digunakan untuk melihat data pasien/pelanggan yang di kelompokkan per Dokter atau per Instansi, berguna untuk melihat berapa banyak pasien yang di tangani seorang dokter yang praktek di apotek atau untuk klaim biaya pada instansi yang bekerja sama dengan apotek.

(klik gambar diatas untuk melihat gambar yang lebih besar)

Tools :
Disini adalah fitur fitur dari applikasi untuk melihat aktivitas yang dikerjakan pada applikasi ini atau untuk memaintenance applikasi diantaranya adalah : Sekuriti (untuk memberi hak akses kepada pengguna, apakah dia hanya bisa menangani transaksi penjualan saja, pembelian saja, apakah bisa membuat laporan dll), Options (menu untuk setting applikasi, misal nomer invoice berikutnya, alamat apotik, persentase PPn dll), Aktivitas Pengguna yaitu History login (pencatatan tanggal dan jam pemakaian applikasi oleh setiap pengguna), History Pembelian, History Penjualan, Histori Mendetail mengenai Keluar Masuk Barang dan History Penghapusan Transaksi, Stok Opname (penyesuaian jumlah produk yang dicatat dalam sistem dengan jumlah sebenarnya, baik penambahan maupun pengurangan), Stok Reorder (informasi mengenai produk produk mana saja yang harus di order ulang)

Khusus untuk applikasi single client maka ada menu khusus yaitu Compact Database (berguna untuk membuat database menjadi padat dan ukurannya menjadi lebih kecil sehingga operasi akan lebih cepat) dan Backup Database (menduplikasi database dan menyimpannya dengan nama lain). Untuk applikasi multi client tidak diperlukan menu ini karena manajemen database dilakukan oleh software database tersendiri yaitu Microsoft SQL Server.

Variasi Versi Software :
Applikasi SIM ini terdiri dari 2 versi yaitu versi single client dan multi client , secara fungsional, fitur dan kemampuan 2 versi ini adalah sama, perbedaannya adalah :

  • Single Client
    • applikasi versi ini sebaiknya dipilih bila pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem apotek dilakukan pada satu komputer saja, berguna untuk apotek apotek ukuran menengah ke bawah
    • database yang digunakan adalah database Microsoft Access, dengan data maksimum sebesar 1 Gigabytes
  • Multi Client
    • applikasi ini dipilih bila pekerjaan dan pemantauan keseluruhan sistem apotek bisa dilakukan di lebih dari 1 komputer, dan komputer komputer ini terhubungan dengan jaringan ethernet, berguna untuk apotek berukuran menengah ke atas dengan banyak kasir.
    • database yang digunakan adalah database Microsoft SQL Server dengan kapasitas maksimum sangat besar hampir tidak terbatas sesuai kemampuan operating system
  • Kebutuhan Software :
    Applikasi ini membutuhkan sistem operasi yang berbasis windows mulai dari versi windows 98, ME, NT, 2000 hingga XP. Monitor yang digunakan adalah flexibel, tapi minimal sebaiknya harus mampu berada dalam resolusi 800×600 pixel. Khusus untuk applikasi yang multi client maka operating system minimal adalah Windows 2000.

    Kebutuhan Hardware :
    Secara mendasar, applikasi ini akan berjalan pada konfigurasi hardware komputer yang bisa mendukung sistem operasi diatas. Semakin cepat konfigurasi hardware komputer, maka semakin cepat pula applikasi ini dapat berjalan. Printer yang sudah di tes berjalan dengan baik adalah Printer Epson LX-300, khusus untuk applikasi multi client maka komputer yang digunakan harus dilengkapi dengan network card sehingga bisa terhubung dengan komputer lainnya dalam jaringan komputer.

    5=> Next Generation Network (NGN)

    NGN menjanjikan suatu infrastruktur yang lebih terbuka jika mengacu kepada aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas TCP/IP (email, web, dan lain-lain). Usaha untuk membawa dominasi layanan berbasis suara dari circuit switch menuju packet switch, tentunya akan memperkaya keragaman aplikasi tersebut. Sebagian orang berpendapat bahwa konsentrasi kajian-kajian Voice over Packet masih lebih banyak pada core network dan peningkatan aspek quality of service, sehingga tidak mengherankan apabila inovasi-inovasi aplikasi masih belum nampak ke permukaan.

    Lalu layanan-layanan apa yang akan ditawarkan? NGN berusaha memadukan layanan berbasis suara, yang selama ini dinikmati oleh teknologi TDM (circuit switch) dan aplikasi Internet. Pada fase-fase awal, beberapa fitur atau layanan voice esensial dari PSTN akan direplikasikan pada NGN. Integrasi antara layanan suara dan internet secara bertahap akan terjadi (mengacu kepada kerja IETF Study Group untuk PINT=PSTN Intenet Interworking) sampai didapatkan suatu lingkungan yang benar-benar konvergen. Sementara aplikasi internet yang menjadi tuan rumah jaringan IP, menjadi inti NGN akan terus tumbuh baik untuk melayani kebutuhan informasi, transaksi (e-commerce) maupun multimedia entertainment.

    Area irisan antara layanan berbasis suara dan aplikasi internet merupakan area-area inovasi yang menjanjikan bagi pengembangan layanan masa depan. Pada area ini, tidak hanya konvergensi di sisi jaringan saja yang dibutuhkan, namun konvergensi sisi layanan yang mampu membangun karakter layanan secara utuh bagi pengguna NGN.

    6=>Business Intelligence: Awal Era Baru dalam Manajemen

    Dengan kemajuan konsep-konsep bisnis seperti Electronic Commerce dan One-To-One Marketing, nilai keterbukaan informasi telah meningkat. World Wide Web adalah agen utama yang mendorong keterbukaan informasi ini. Suasana keterbukaan informasi saat ini memberikan tekanan tambahan bagi para pimpinan perusahaan untuk melindungi kepemilikan informasi rahasia mereka melalui aplikasi-aplikasi teknologi yang tepat guna.

    Walaupun aplikasi-aplikasi tersebut kini meningkat pemanfaatannya, mayoritas dari aplikasi-aplikasi tersebut dilaksanakan pada tingkat manajemen menengah. Hal ini menyebabkan para top eksekutif bergantung pada hard copy laporan-laporan manajemen yang untuk mengolahnya biasanya memakan waktu seharian. Untuk menghindari masalah tersebut, para perancang sistem mulai memasukkan lapisan informasi eksekutif (executive information layer), yang disebut Business Intelligence System (BIS), dalam arsitektur jaringan TI mereka.

    Business Intelligence (BI) pada hakekatnya adalah mengetahui hal-hal fundamental dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, yang membentuk suatu bisnis. Repositori informasi korporat yang kompleks bertindak sebagai fondasi dari BIS. Executive Information Layer di dalam sistem membantu manajemen puncak untuk menggunakan Business Intelligence dengan cara tak terbatas dalam manajemen bisnis sehari-hari.

     

    7=> @pa sih e-Learning ituh…???

    Marc J. Rosenberg, seorang pakar e-learning nomor satu di dunia, menyebut e-learning sebagai “the use of Internet technologies to deliver a broad array of solutions that enhance knowledge and performance”, atau “Penggunaan teknologi Internet untuk menyampaikan berbagai macam solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja”
    Jadi e-learning ini mengacu pada kegiatan pembelajaran atau transfer informasi dan skill dengan menggunakan media Internet dan/atau Teknologi Informasi (TI) secara umum.
    Sebagian dari kita mungkin sudah pernah melakukan pencarian informasi, membaca artikel, melihat sebuah demo aplikasi, atau berpartisipasi dalam diskusi melalui internet. Secara tidak langsung apa yang telah kita lakukan tersebut merupakan sebagian kecil aktivitas-aktivitas e-learning. Bila Anda sedang menggunakan aplikasi Microsoft Word lalu Anda membuka menu “Help” untuk mencari sesuatu yang anda tidak mengerti dan belajar dari sana, maka Anda juga sudah melakukan aktivitas e-learning dalam bentuk yang paling sederhana.
    Anda mungkin juga pernah menjumpai bentuk materi pelajaran atau pelatihan yang dikemas dalam suatu program aplikasi, yang disusun dengan desain instruksi khusus, dengan menggunakan animasi, simulasi serta tampilan dan navigasi yang menarik, yang disampaikan melalui Internet. Ini juga adalah salah satu bentuk materi e-learning yang lebih kompleks.

    8=> Vi-TRACK UNTUK KEAMANAN MOBIL ANDA!!!

    Aplikasi pemantauan Vi-TRACK ini bekerja dengan menggunakan satelit GPS yang memancarkan data tentang posisi suatu objek (dalam bentuk angka, posisi, waktu, dan kecepatan) yang kemudian diterima oleh perangkat keras penerima data GPS (GPS Receiver) yang terdapat didalam Hardware unit (Vi-TRACK GTS) yang terpasang pada kendaraan.Kemudian data tersebut diproses oleh perangkat keras GPS Receiver, untuk kemudian dikirimkan ke Database Server yang telah teraplikasikan dengan sistem / software (Vi-TRACK System Monitoring) dan peta digital, dengan menggunakan sarana komunikasi GSM melalui SMS / GPRS.

    Kemudian data ini diproses dan disimpan yang kemudian ditampilkan dalam bentuk titik (node) pada peta elektronis yang terdapat dalam database server, yang selanjutnya informasi tersebut diakses oleh internal client base (pc’s), web browser (internet) dan / atau handphone (dalam bentuk text message – sms). Data base server ini dapat memberikan informasi data tampilan pemantauan saat terkini (real-time) maupun lampau (recorded data).”

    9=> Semantic e-Science untuk Biomedicine

     

    BMC bioinformatics telah menerbitkan sebuah supplement dengan issue khusus terkait dengan Semantic e-science for biomedicine. Supplement memuat enam papers yang up-to- date terkait penggunaan “semantic web technologies” pada life-sciences atau biomedicine. Topik-topik meliputi mulai modelling networks sampai ke “traditional Chinese Medicine”.

    Salah satu paper yaitu Advancing translational medicine research with the semantic web menyajikan sebuah overview dari “W3C Semantic Web Health Care and Life Sciences Interest Group (HCLSIG)”. Paper ini mendeskripsikan tujuan dari HCLSIG dan sebuah contoh use-case yang mengcover pencapaian dan arah kedepan dari grup. Tidak seperti kebanyakan paper-paper “Semantic Web”, paper-paper menyajikan suatu gambaran dasar yang baik mengenai teknologi dan tantangan semantic web pada biomedicine, dan tidak memproklamirkan untuk menyelesaikan masalah ‘bio-data’ melalui penerapan sebuah set teknologi baru.

    10=> Pengelolaan pustaka menggunakan BibTeX

    Fenomena maraknya pemanfaatan TI dalam dunia pendidikan Indonesia menarik untuk dilihat. Perangkat luak seperti word processor, spreadshet, dan presentasi sudah banyak digunakan oleh mahasiswa, siswa dan umum. Proyek e-learning dan digital library telah bertaburan. Sayangnya program aplikasi yang digunakan untuk melakukan pengelolaan pustaka, penelusuran literatur, masih banyak belum dikenal oleh para pengajar, dan mahasiswa di Indonesia.

    Program seperti EndNote, BiblioScape, dan BibTeX, masih belum banyak yang mengetahuinya, apalagi menggunakannya. Termasuk di kalangan mereka yang tergolong pengajar, dan peneliti. Apakah ini merupakan cerminan masih minimnya dunia riset di Indonesia, sehingga tak membutuhkan program sejenis ini ? Kami tak berani berspekulasi, sebab mungkin juga ini karena masih minimnya informasi tentang program sejenis itu.

    Untuk membagi informasi tentang program sejenis itulah, saya dan istri saya (Ernianti Hasibuan) menuliskan buku tentang “Pengelolaan pustaka menggunakan BibTeX”. Buku ini disusun sebagai dorongan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa maupun rekan pengajar atau siapapun yang sering mengelola pustaka dan sumber informasi. Penguasaan teknologi ini diharapkan akan membantu proses pembelajaran dan peneliti di masa depan.

    Perangkat bantu yang tepat dapat mengakselerasi penyelesaian suatu pekerjaan. Juga memungkinkan melakukan sharing dan memanfaatkan apa yang pernah orang lain atau diri sendiri buat sebelumnya. Sehingga para mahasiswa, peneliti atau pengajar dapat saling bertukar pakai daftar BibTeX yang dimilikinya, sehingga secara kolektif akan dapat mengakselerasi proses pencarian literatur secara bersama-sama.

    Pembahasan pada buku ini meliputi :

    1. Prinsip kerja BibTeX
    2. Menjalankan BibTeX
    3. Membuata database secara manual
    4. Menggunakan JabRef
    5. Membuat database dengan JabRef
    6. Mengimport dan mengeksport
    7. Penggunaan lanjutan JabRef
    8. Mengeloka koleksi pustaka
    9. Memanfaatkan layanan online
    10. Memanfaatkan database BibTeX
    11. Memperkaya pengunaan BibTeX

    Buku berukuran 158 jalaman ini diterbitkan oleh Penerbit Graha Ilmu dengan ISBN : 978-979-756-189-5. Harga di pasaran saya kurang tahu pasti. Silahkan hubungi toko buku terdekat. Untuk membahas pemanfaatan BibTeX kami menggunakan program Jabref[http://jabref.sourceforge.net/] yang dapat dijalankan baik di MS Windows, dan tentu saja di Linux dan dapat diperoleh secara bebas.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s