Robot, Manusia Kaleng di Sekitar Kita
Robot, Manusia Kaleng di Sekitar Kita
Bagaimana robot diciptakan? Untuk apa sebuah robot diciptakan? Ke mana kita harus membelinya jika menginginkannya? Cari tahu jawabannya sekarang!
Bukan Hanya Manusia Kaleng
Robot agak lebih sedikit susah didefinisikan. Sebab banyak para ahli memiliki persepsi berbeda tentang robot. Jika melihat asal kata, “Robot” sendiri yang berasal dari kata “Robota”, bahasa Czechnya yang berarti “buruh paksa”. Kata ini sendiri menjuru pada fungsi dari robot itu sendiri dalam dunia industri. Yaitu, sebagai tenaga kerja pengganti manusia yang mampu bekerja lebih cepat, tepat dan tahan lama.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa sebuah benda akan mendapatkan julukan “robot” bila memiliki sebuah komputer yang berfungsi untuk memerintahkan bagian-bagian benda tersebut untuk bergerak. Bila sebuah benda hanya mampu melakukan perhitungan rumit tanpa ada komponen yang bergerak satupun, maka benda tersebut hanya pantas dijuluki sebuah komputer ketimbang robot.
Begitu pula sebaliknya, bila ada sebuah benda bergerak karena manusia yang menggerakkannya, maka benda tersebut bukanlah robot, melainkan benda mekanik biasa. Seperti mobil atau mobil-mobilan.
Menurut fungsinya robot terbagi atas dua bagian. Yang pertama adalah robot yang berfungsi sebagai robot industri dan sisanya adalah robot yang berfungsi sebagai robot service atau melayani.
Perbedaan fungsi ini mempengaruhi bentuk dan kemampuan mekanik lain yang dimiliki oleh masing-masing jenis. Robot industri lebih sering disebut robotic arm. Karena pada penerapannya, robot ini lebih banyak berperan seperti layaknya tangan manusia. Robot industri berfungsi sesuai dengan namanya, yaitu membuat sesuatu. Salah satu contoh robot industri adalah robot yang terdapat dalam pabrik-pabrik perakitan mobil, yang biasa berperan sebagi penyambung (las) bagian-bagian kendaraan.
Sebaliknya robot service (pelayan) sesuai namanya berfungsi untuk melayani. Baik manusia atau sesama robot. Salah satu contoh robot service adalah robot yang digunakan untuk membersihkan ruangan dan memotong rumput atau yang sering juga disebut humanoid robot.
Secara fisik keduanya memang dapat dibedakan. Umumnya robot industri tidak memiliki imobilitas seperti layaknya robot service. Robot industri umumnya hanya berdiri pada satu titik tempat secara terus-menerus dalam menjalankan fungsinya. Sedangkan robot service tidak demikian. Contoh saja, robot yang digunakan untuk memotong rumput. Dalam bekerja robot ini tidak diam di satu tempat saja.
Robot Pemain Trompet dari TOYOTARobot ini adalah yang paling baru dalam rangkaian robot yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang untuk menunjukkan kecakapan mereka menciptakan robot humanoid (robot yang dapat melakukan gerakan seperti manusia). Sony, perusahaan elektronik terkemuka Jepang, dan Honda, perusahaan pembuat mobil terkemuka Jepang lainnya, menggunakan robot-robot humanoid sebagai platform untuk mendemonstrasikan kemampuan komputerisasi dan pengetahuan rekayasa.
“Saya yakin bahwa robot ini akan menjadi simbol dari teknologi kelompok TOYOTA,” kata Presiden Toyota Fujio Cho. Perlombaan pengembangan robot merupakan bisnis yang sangat kompetitif di Jepang, dengan pasar yang diperkirakan bernilai sekitar 4,5 miliar dollar AS. Perusahaan-perusahaan kerap kali menggunakan model-model yang menyerupai manusia untuk menggalang publisitas dan menonjolkan kemampuan teknis perusahaannya. Pesaing TOYOTA, Honda, telah memiliki robot yang bisa berjalan dan berdansa. Robot buatan Honda yang diberi nama Asimo itu telah mengunjungi berbagai negara, antara lain Inggris, Jerman, Ceko, Perancis, Irlandia, dan Indonesia. Asimo hadir dalam Gaikindo Auto Expo XII di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Asimo adalah singkatan dari Advanced Step in Innovative Mobility. Gerakan Asimo diatur oleh sistem komputerisasi dengan sensor-sensor yang canggih, yang mampu merespons gerakan manusia. Asimo dapat melangkah naik dan turun tangga dengan membawa benda seberat dua kilogram, melambaikan tangan, melakukan langkah dansa, serta berbicara dalam berbagai bahasa. Sony pun mempunyai Qrio, robot humanoid yang bisa menari dan bernyanyi. Qrio, yang merupakan kependekan dari Quest for Curiosity (Pencarian Keingintahuan), dapat berjalan dengan kecepatan 14 meter per menit atau 0,8 kilometer per jam. Baru-baru ini Qrio, yang mempunyai kemampuan bergerak mengikuti alunan musik, difoto ketika menjadi dirigen bagi Tokyo Philharmonic Orchestra. [kompas] |
|
||||
Menyaksikan Robot Kerja di Pabrik Daihatsu Sunter

SH/Agung Prabowo
DIKERJAKAN ROBOT – Beberapa bagian pekerjaan pengelasan (welding) mobil Daihatsu menggunakan tenaga robot terutama di bagian yang sulit dijangkau secara manual, sehingga hasil yang dicapai maksimum.
JAKARTA – Jangan pernah membayangkan pabrik mobil itu dipenuhi orang dengan seragam kerja tengah sibuk mengelas, memasang baut, atau mengecat kendaraan. Semua gambaran itu lenyap jika kita menyaksikan pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Berlokasi di bilangan Sunter, Jakarta Utara, era robotisasi memang telah dimulai di pabrik tersebut. Menyimak se-luruh alur dan tahapan pekerjaan di sana, sangat jelas tergambar aplikasi dari prinsip manajemen produksi ala Jepang, yaitu efisiensi mesin, sumber daya minimal, zero defect (cacat nol), semuanya berujung pada kualitas tinggi.
Menempati areal seluas 58.800 meter persegi dengan luas bangunan 54.218 meter persegi, pabrik ini tergolong hemat lahan. Bayangkan, dalam sehari bisa diproduksi 60 mobil dari pabrik tersebut, padahal pabrik belum bekerja dengan kapasitas penuh.
Semua proses mulai dari las, perakitan hingga inspection, dilakukan di sini. Dengan berkeliling di gedung berlantai tiga ini kita dapat menyaksikan bagaimana sebuah mobil Taruna atau Zebra Van dibuat mulai dari kepingan-kepingan logam hingga berwujud mobil yang siap dikendarai.
Di pabrik inilah Daihatsu memproduksi mobil jenis Taruna, Zebra, dan Ceria. Untuk bulan Januari 2003, pabrik ini memproduksi Taruna sebanyak 660 unit dan Zebra 944 kendaraan. Sedangkan pada 2002 lalu, total 18.528 unit dihasilkan. Rinciannya, Taruna sebanyak 7.623 unit, Zebra 9.968 unit dan 937 unit Ceria. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan produksi tahun 2001 yang berjumlah 18.954 unit.
Sudirman MR, Direktur Technical, Engineering and Manufacturing PT Astra Daihatsu Motor kepada SH yang berkunjung di pabrik ADM, Selasa (18/3) lalu, menjelaskan, salah satu kelebihan dari pabrik ini adalah penggunaan mesin robot dalam proses las. Menarik sekali menyaksikan bagaimana robot beraksi di pabrik Daihatsu, dan bagaimana ratusan pekerjaan bisa dilakukan secara simultan hanya dalam hitungan menit.
Pemakaian robot tersebut sangat diperlukan mengingat terdapat lebih dari seratus titik di rangka mobil yang perlu dikerjakan dengan keakuratan atau presisi tinggi dan seragam untuk seluruh mobil yang diproduksi. ”Pekerjaan seperti itu jelas tidak mungkin dikerjakan oleh tangan-tangan manusia karena akan menguras sumber daya dan waktu. Hasilnya pun bisa-bisa banyak yang tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain di bagian las, otomatisasi juga ada di bagian pengecatan. Pabrik Daihatsu ini telah menggunakan automatic spray machine (ASM). Tujuannya agar ketebalan cat lebih merata dan hasil pengecatannya lebih bagus. Di waktu lalu, proses pengecatan dilakukan oleh tenaga manusia. Namun ternyata hasilnya tidak stabil dan terbukti kurang efisien, sehingga manajemen beralih ke mesin ASM.Ban Berjalan
Tidak berhenti di situ, di bagian Assembly Plant, semuanya sudah full conveyor alias dengan ban berjalan dan dilengkapi dengan peralatan-peralatan otomatis. Untuk masing-masing tahapan di ban berjalan cukup dikerjakan satu atau dua orang.
Pada bagian atau komponen yang sifatnya sangat personal dan penting juga dilengkapi dengan peralatan otomatis. Misalnya, untuk komponen mobil tertentu dipersyaratkan kekencangan baut sekian. Jika itu tidak dilakukan, ban berjalan atau conveyor akan berhenti. Singkatnya, untuk tempat-tempat yang betul-betul memerlukan keselamatan dan benar-benar untuk meningkatkan performa kendaraan, pabrik Daihatsu telah dilengkapi dengan peralatan otomatis.
Pada tahapan proses terakhir yakni inspection line, tidak luput dari otomatisasi. Mobil pada tahapan ini sudah berbentuk mobil utuh, diperiksa emisi gas buangnya. Mobil yang baru keluar dari sini perlu dicek kemampuan rem . Selanjutnya diperiksa pula kesesuaian dari semua komponen mobil seperti ketinggian mobil, dan sebagainya. Tak ketinggalan, terakhir dilakukan hujan buatan untuk mengetes ada tidaknya kebocoran dari kendaraan yang telah diproduksi.
Seperti pada pabrik-pabrik mobil di Jepang, otomatisasi memang diarahkan untuk mendapatkan produk mobil yang berkualitas prima dalam jumlah sebanyak mungkin. Karena itu sebisa mungkin tidak diinginkan adanya produk yang rusak. Zero Defect atau tidak ada produk cacat menjadi tuntutan di setiap tahapan produksi, baik itu di proses las, pengecatan , atau perakitan.
Tidak syak lagi kualitas output dari pabrik milik Daihatsu ini layak diacungi jempol. Tak kurang dari pabrikan mobil Eropa yakni BMW dan Peugeot menyerahkan proses pengecatan mobil-mobil produksi mereka di Indonesia kepada pabrik Daihatsu ini.
Teknologi di Balik Robot-robot KRI dan KRCI 2005
|
|
![]() Robot Arachnid CCTe dapat menggerakkan kaki-kakinya ke segala arah dengan 12 servo motor |
|





Menyambut bulan Juni 2007 proyek Fedora meluncurkan edisi ke 7 dari seri penerus Red Hat Linux 9 yang sejak akhir tahun 2003 dikenal sebagai distribusi Fedora Core. Bererapa perubahan non teknis mengiringi rilis ini, termasuk mempersingkat nama menjadi hanya Fedora 7 (tanpa imbuhan Core) dan penggabungan lumbung repositori dengan lumbung Fedora Extra. Secara teknis, tidak begitu banyak teknologi baru yang ditambahkan, namun seirama dengan kedewasaan distribusi ini, integritas semua komponen dan fungsionalitasnya telah disempurnakan.
Versi GNOME yang dikemas adalah 2.18, sementara versi KDE disertakan v3.5.6. Komponen penting lainnya termasuk Python 2.5, Fedora Directory Server dan Liberation Font.
Fitur-fitur baru ‘Moonshine’ termasuk thema baru ‘Flying High’ yaitu karya seni grafis dari Diana Fong. Untuk Kernel, pengembang proyek Fedora masih sempat meng-update dari 2.6.21.1 ke 2.6.21.2 beberapa hari sebelum peluncuran, sekaligus melibas kecoa lain yang ditemukan.







p-p.
In 2003 I wrote ‘A recompiling virus like W95/Anxiety, but without needing the source code, combined with an inserting virus like W95/ZMist, but without rebuilding the file manually … The beast is unleashed’ (see VB, April 2003, p.5). Now, hot on the heels of MSIL/Impanate (see VB, November 2004, p.6), which introduced inserting viruses for the .NET platform, comes MSIL/Gastropod, which brings the full set of techniques one step closer.